Mengenai Saya

Pengikut

Emilda. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Informasi Kesehatan Bahaya Penyakit Alat Reproduksi / Kelamin Dan Cara Menanggulanginya

Saya kali ini mencoba mengajak pembaca untuk lebih mengenal apa dan manfaat apa yang bisa dipelajari dari Kesehatan reproduksi. Kesehatan reproduksi sendiri diartikan sebagai keadaan sehat secara fisik, mental, maupun sosal yang berkaitan dengan system reproduksi. Tanpa mengesampingkan kelompok usia lainnya, para remaja merupakan pihak yang diharapkan bisa mengerti tentang arti pentingnya kesehatan reproduksi dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.Beberapa alasan yang bisa dikedepankan karena pada proses akil balik banyak hal-hal baru yang terjadi pada pertumbuhan fisik dan pola pikir yang bersinggungan erta dengan kesehatan reproduksi. Beberapa contoh yang bisa dilihat pada perempuan yakni pinggul yang membesar, buah dada yang semakin tumbuh dan menstruasi. Sedangkan pada laki-laki bisa dilhat dari suara yang membesar juga munculnya jakun. Hanya segelintir contoh jika berbicara mengenai kesehatan reproduksi. Untuk lengkapnya dpat di liahat di bawah ini
Beberapa hal yang dapat dilihat pada perkembangan perempuan dapat diidentifikasi melalui beberapa hal antara lain munculnya jerawat pada wajah dan perubahan lainnya seperti:
v Kulit dan rambut mulai berminyak
v Keringat bertambah banyak
v Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
v Tangan dan kaki bertambah besar
v Tulang dan kaki bertambah besar
v Tulang-tulang wajah memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi
v Pantat berkembang lebih besar
v Indung telur mulai membesar
v Vagina mulai membesar

Perubahan fisik yang terjadi pada laki-laki sama halnya dengan remaja perempuan, hormon testosteron akan membantu tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kemaluan laki-laki, janggut dan kumis, terjadi perubahan suara pada remaja laki-laki, tumbuhnya jerawat dan mulai diproduksinya sperma yang pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah. Perubahan lain antara lain:
v Tubuh bertambah berat dan tinggi
v Keringat bertambah banyak
v Kulit dan rambut mulai berminyak
v Lengan dan tungkai kaki bertambah besar
v Tulang dan wajah memanjang dan membesar sehingga tidak terlihat seperti anakkecil lagi
v Pundak dan daa bertambah besar dan bidang
v Tumbuh jakun
v Suara yan berubah menjadi berat

Ada beberapa tantangan yang biasa dijumpai ketika membicarakan kesehatan reproduksi yang tentunya akan sering menyebutkan beberapa alat-alat vital. Kondisi ini sering dijumpai ketika memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi kepada golongan awam dikarenakan belum mengertinya mereka hakeketadari membicarakan kesehatan alat reproduksi ini. Golongan ini bisa ada dimana saja baik di kota-kota besar dan umumnya lebih banyak di pedesaan. Langkah awal yang perlu ditempuh yakni Perlunya menanamkan pengertian kepada mereka yang masih awam tentang itu bahwa membicarakan alat reproduksi bukan sesuatu yang tabu dilihat dari tujuan yang diinginkan.
Ada beberapa alasan mengapa kesehatan reproduksi perlu dibicarakan khususunya untuk para remaja antara lain:
1. Remaja bisa mengerti dan paham tentang kesehatan reproduksi
2. Remaja memiliki kemampuan dan konsistensi dalam mengendalikan diri dari sikap dan perbuatannya yang dapat menimbulkan gairah seknya dan orang lain.
3. Dapat bersikap dan mengatakan “TIDAK” bila ada rayuan ataupun ajakan untuk melakukan hubungan seksual.
Diawal rubrik ini, perlu kiranya memperkenalkan beberapa hal penting terkait kesehatan reprodusksi seperti bagian-bagian yang termasuk kedalam kesehatan reproduksi. Membicarakan kesehatan reproduksi tidak terlepas dari perbincangan mengenai alat-alat reproduksi. Adapun yang termasuk ke dalam alat reproduksi pria antara lain:
1. Penis atau zakar : penis tidak memiliki tulang, tapi hanya pembuluh darah.
2. Buah Zakar atau testis: jumlahnya dua, bentuk bulat lonjong, testis inilah yang menghasilkan sel sperma.
3. Saluran zakar atau uretra : berfungsi untuk mengeluarkan air mani dan air seni
4. Kantong kelir atau Skrotum : untuk mengontrol suhu dari testis.
5. Epididimis : tempat pematangan sperma sesudah di testis
6. Kelenjar prostat : menghasilkan cairan yang berisi zat makanan yang menghidupi sperma.
7. Kantung kencing : tempat bekumpulnya air seni yang di salurkan ke uretra
Sedangkan yang termasuk kedalam alat-alat reproduksi perempuan antara lain:
1. Bibir kemaluan luar (Labia majora)
2. Bibir kemaluan dalam ( labia minora)
3. Klitoris : sangat peka terhadap rangsangan seksual
4. Lubang kemaluan atau vagina ; ditutupi oleh selaput darah/hymen
5. Rambut kemaluan
6. Mulut rahim
7. Rahim/uterus : tempat tumbuhnya janin
8. Dua buah saluran telur : sebagai saluran sel telur yang telah matang menuju rahim
9. Dan dua buah indung telur /ovarium :penghasil sel telur
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini merupakan beberapa pertanyaan yang kerap muncul ketika membicarakan kesehatan reproduksi yang sering dilontarkan peserta-peserta pada pelatihan kesehatan reproduksi.
Beberapa jenis penyakit yang bisa menyerang alat-alat kesehatan reproduksi antara lain:
HIV/AIDS
Chlamidia
Lymphogranuloma Venereum
Clamydia Vaginitis
Chlamydia urethritis
Gonorrhea
Herpes
Scabies
Syphilis

Kesehatan reproduksi merupakan hal yang vital untuk diketahui oleh semua orang mengingat akibat yang ditimbulkan bisa berakibat fatal dan bisa beujung kepada kemaitan. Karena itu, Rubrik ini juga menyediakan layanan Tanya jawab seputar kesehatan reproduksi dan jender. Kepada pembaca dapat memberikan apresiasi dengan meninggalkan pesan di blog ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Info Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui!!

Yang berbahaya di lingkungan kita

Bekas Botol Minuman

att00001

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.


 
Penggemar Sate

att00002

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

Udang dan Vitamin C
att00003att00004
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

Mie Instan
att00005
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.
Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

Bahaya dibalik Kemasan Makanan

att00006
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai ‘pelindung ‘ makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan .
Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

Kertas
att00007
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.
Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb.
Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

Styrofoam

att00008

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS